FILSAFAT ILMU & LOGIKA
Perkenalkan nama saya Yumitha Aidilla dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai. Disini saya akan menceritakan awal dari perkuliahan semester 3.
Setelah kurang lebih 2 bulan lamanya libur semester genap, akhirnya saya mulai mengikuti perkuliahan ganjil pada hari Senin(25/11/2023). Yang dimana pada hari Senin kelas PAI pagi belajar mata kuliah Filsafat Ilmu dan Logika yang di ampu oleh Bapak Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, M. Phill
Pada pertemuan pertama yaitu berdiskusi tentang agama dan filsafat. Alasan mengapa kita penting memahami filsafat dan agama, itu menjadi dua hal yang Bapak Rizal bahas pada pertemuan pertama. Yang membawa perubahan wajah dunia ini tidak lain karena dua hal tersebut(agama dan filsafat) ibaratnya agama ada di timur dan filsafat ada dibarat, dan filsafat itu membuat perubahan yang luar biasa. Filsafat berawal dari filsafat Yunani. Filsafat yunani ini sangat mengilhami sampai saat ini.
Menurut Bapak Rizal definisi dari Filsafat adalah cara berfikir yang universal yang mengakar dan mendalam. Berfikir universal adalah berfikir secara luas. Mengakar berarti radikal, orang yang radikal pasti pemikirannya mengakar. Dan mendalam, sehingga saking dalamnya filsafat itu berawal dari keragu-raguan sampai kepada keragu-raguan berikutnya. Ada beberapa fase filsafat yaitu: Yunani kuno, Abad pertengahan, Modern dan Pos Modern.
Dan induk dari pengetahuan itu sebenarnya filsafat. Ada beberapa macam filsafat antara lain filsafat agama, filsafat politik, filsafat materialis, filsafat ekstensialisme, filsafat pendidikan, dan filsafat lainnya. Pada dasarnya kita mengetahui bahwa pengetahuan itu berupa filsafat, logika, bahasa, dan matematika.Filsafat adalah berfikir, sedangkan agama adalah mengabdikan diri. Agama banyak berhubungan dengan hati, sedangkan filsafat banyak berhubungan dengan pemikiran. Filsafat menuntut pengetahuan untuk memahami, sedangkan agama menuntut pengetahuan untuk beribadah atau mengabdi.
Filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri mengenai pengetahuan ilmiah dan cara-cara untuk memperoleh pengetahuan tersebut. Filsafat ilmu erat kaitannya dengan epistemologi, yang secara umum menyelidiki syarat-syarat serta bentuk-bentuk pengalaman manusia, juga mengenai logika dan metodologi.Antara filsafat dan ilmu memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari kebenaran. Dari aspek sumber, filsafat dan ilmu memiliki sumber yang sama, yaitu akal atau rasio. Karena akal manusia terbatas, yang tak mampu menjelajahi wilayah yang metafisik, maka kebenaran filsafat dan ilmu dianggap relatif, nisbi.
Sementara agama bersumber dari wahyu, yang kebenarannya dianggap mutlak. Dari aspek objek, filsafat memiliki objek kajian yang lebih luas dari ilmu. Jika ilmu hanya menjangkau wilayah fisik (alam dan manusia), maka filsafat menjangkau wilayah jaminan fisik maupun yang metafisik (Tuhan, alam dan manusia). Tetapi jangkauan wilayah metafisik filsafat (sesuai wataknya yang rasional-spikulatif) membuatnya tidak bisa disebut kebenaran mutlak. Sementara agama dengan ajaran-ajarannya yang terkandung dalam kitab suci Tuhan, diyakini memiliki kebenaran mutlak.
Agama dimulai dari percaya (iman), sementara filsafat dan ilmu dimulai dari keraguan. Ilmu, filsafat dan agama memiliki keterkaitan dan saling menunjang bagi manusia. Keterkaitan itu terletak pada tiga potensi utama yang diberikan Tuhan kepada manusia, yaitu akal, budi dan rasa serta keyakinan.
Begitulah kurang lebih yang dapat saya sampaikan mengenai materi Filsafat Ilmu dan Logika.
Jika ada kesalahan dalam penulisan mohon dimaafkan. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Komentar
Posting Komentar