INTERAKSI MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM PANDANGAN ISLAM

Teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang dengan pesat. Lahirnya media sosial seperti facebook, twitter, instagram, telegram, whatsapp, dan lain sebagainya seolah-olah sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Ada yang sekadar ingin mengekspresikan hal-hal yang ada pada dirinya lalu diperlihatkan kepada orang lain, baik secara sadar maupun tidak, dengan mengabaikan privasinya sehingga menjadi konsumsi publik dengan saling memberi komentar. Ada juga orang yang menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah, bisnis, silaturahmi, sarana informasi dan komunikasi, dan lain sebagainya. Penggunaan media sosial terkadang tidak sedikit yang mengesampingkan moral demi kesenangan pribadi dan golongan.
Sebagai makhluk sosial, bersosialisasi dengan orang lain sudah menjadi kebutuhan. Namun, seorang muslim hendaklah santun dalam bersosialisasi, baik secara langsung maupun dengan menggunakan media sosial. Seorang muslim harus dapat menjaga perasaannya agar jangan sampai terbawa emosi, serta menjaga perasaan orang lain. Seorang muslim harus dapat membedakan mana yang pantas dan tidak pantas untuk disampaikan, privasi pribadi dan privasi orang lain juga harus dihormati dan dijunjung tinggi. Jangan sampai media sosial digunakan untuk ajang berdusta dengan membuat berita hoax, berkata-kata buruk, sombong, iri hati, merendahkan orang, mengadu domba tanpa memikirkan perasaan orang lain demi kepuasan pribadi ataupun kelompok.
Oleh karena itu, media sosial yang seharusnya menjadi sarana komunikasi yang menyenangkan justru dapat menjerumuskan penggunanya kepada permusuhan dan kemungkaran. Fasilitas yang tersedia yang memudahkan penggunanya untuk bersosialisasi hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin dengan saling menghormati satu sama lain, karena apa yang kita lakukan di dunia ini akan dihisab dan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra' ayat 36. Yang artinya : "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran,penglihatan,dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."
Dalam Tafsir Al-Misbah (Shihab, 2017) diterangkan bahwa QS. Al-Isra' ayat 36 memerintahkan manusia agar mengerjakan perbuatan-perbuatan yang Allah perintahkan seperti tertulis dalam ayat tersebut, serta menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak sejalan dengannya, serta untuk tidak mengikuti apa yang tidak ada pengetahuan tentangnya. Selain itu, Allah juga melarang manusia untuk berucap tentang apa yang tidak diketahuinya, mengaku tahu apa yang mereka tidak ketahui, serta mengaku mendengarkan apa yang tidak mereka perdengarkan. Hal ini karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati akan ditanya dan diminta pertanggungjawaban bagaimana pemiliknya menggunakan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori menjelaskan bahwa, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Orang muslim yang baik adalah orang muslim yang aman dari gangguan ucapan dan tangannya, dan orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah” (HR. Al-Bukhori dalam Kahar, 1992: 400). Hadits tersebut sebagai penegas bahwa jika ingin menjadi orang yang baik maka hendaknya mencegah setiap ucapan dan tindakan yang mengarah kepada kebencian dan permusuhan, sehingga tercipta ketenteraman dan kedamaian dalam menjalani kehidupan, serta menjauhi larangan-larangan Allah agar senantiasa dekat dengan-Nya. Jika sudah demikian, manusia akan baik menurut pandangan manusia dan baik menurut pandangan Allah.
Praktik etika dalam bahasa Arab disebut adab atau tata krama yang bersumber dari al-Qur’an dan As-sunnah. Dalam al-Qur’an ditemukan beberapa kata kunci tentang komunikasi negatif. Kata kunci tersebut pada saat yang sama juga mengisyaratkan tentang pentingnya sikap hati-hati, mawas diri, dan cerdas literasi tentang media sosial, serta tuntunan-tuntunan yang bijak yang mengedepankan etika daripada nafsu semata.
Tuntunan-tuntunan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
• Menyampaikan informasi dengan benar
• Menghindari buruk sangka, gibah, dan fitnah
• Meneliti fakta
• Menghindari namimah atau mengadu domba
• Menghindari sukhriyah(merendahkan atau mengolok-olok orang lain)
• Bijak dalam bermedia sosial
• Menghindari hal-hal negatif di media sosial
Manfaat media sosial bagi seorang muslim antara lain:
• Sarana komunikasi dan silaturahmi
• Sarana untuk berdakwah
• Sarana informasi
• Sarana untuk berbisnis
• Sarana membuat karya tulis
• Sarana mendapatkan hiburan
• Sarana mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama
• Sarana mencari jodoh
Kesimpulan
Sebagai seorang muslim harus menjunjung tinggi adab maupun etika dalam bersosialisasi dengan sesama manusia, kapanpun dan dimanapun berada, termasuk ketika bersosialisasi dengan menggunakan media sosial. Seorang muslim juga harus menghormati orang lain sebagai sesama mahluk ciptaan Allah SWT, karena setiap perbuatan yang dikerjakan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Media sosial sebaiknya digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab. Jika media sosial digunakan dengan baik dan bijak, dapat terhindar dari perbuatan-perbuatan menyakiti orang lain bahkan orang lain dapat merasa senang dan terhibur. Banyak manfaat baik yang didapat dari penggunaan media sosial serta mendapatkan pahala dan rida Allah SWT, tergantung seseorang yang menggunakannya dengan baik atau tidak.
Demikianlah pandangan Islam mengenai penggunaan media sosial. Semoga kita memanfaatkan media sosial ini dengan sebaik-baiknya untuk menyebarkan ilmu dan menyebarkan kebaikan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wah masyaallah yumi bagus cerita blog nya
BalasHapusTerima kasih lina😇
HapusMasyaallahh keren yumiii🤗
BalasHapusTerima kasih restii😇
HapusMa syaa Allah, adab dan etika yang paling terpenting ya yumii, semangatt yumii<3
BalasHapusTerima kasih dinda😇
HapusSemangat bekarya terus yum
BalasHapusTerima kasih kk neni😇
Hapusyumii kerenn😍😍
BalasHapuskamu juga kerenn😍
HapusMasya allah yumi semangat ya keren sekalii
BalasHapusTerima kasih sahabati😇
HapusYuhu keren bes
BalasHapusMakasii kaoca
HapusMasyaallah..
BalasHapusTabarakallah..
HapusBaguss yumi blog nya, semangat terus berkarya yaa
BalasHapusTerima kasih rinn
HapusMasyaAllah... Melibatkan dengan agama. Manfaatkan medsos dengan sebaik-baiknya. Semangat yumita
BalasHapusFitri mendukungmu
Iyaa fit terima kasih yaa😇
HapusKeren tetap smngt yumi🤗
BalasHapusTerima kasih kk tik😍
HapusKeren semangat yumii
BalasHapusSemangat juga dana
HapusBagus yumiii ...mangttsss teruss yaa
BalasHapusMakasii pitrii, semangat jugaa
HapusMasya'allah teruss mengingatkan dalam kebaikan ya kak Yuni😍
BalasHapussama-sama mengingatkan yaa kak nisa😍
HapusMasyaallah... Mangattt teruss iyummmm😚
BalasHapusmakasii ka dwi, semangat jugaa
Hapusmasyaallah kerenn 😻😻
BalasHapusMakasii ce😇
HapusMaasyaallah yumi
BalasHapusSemangat terus yaa:)